REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Film ? karya Hanung Bramantyo membuat kejutan di penayangan pekan perdananya. Film produksi Mahaka Pictures dan Dapur Film ini dikabarkan berhasil menembus jumlah penonton sekitar 30 ribu dalam tujuh hari pemutaran.
Demikian disampaikan pemerhati jaringan bioskop 21, Yan Widjaja, Ahad. Menurut dia, pencapaian jumlah penonton film ? ini termasuk ajaib. Keajaiban itu merujuk pada performa jumlah penonton film '?' yang berhasil mengalahkan penonton '13 Cara Memanggil Setan'.
Yan memperkirakan jumlah 30 ribu penonton itu dari hasil penayangan di 22 layar di bioskop Jakarta. Sedangkan film 13 Cara Memanggil Setan hadir di 30 layar. Sementara itu di seluruh Indonesia, film ? ini menyediakan 44 kopi.
Film ke 14 Hanung Bramantyo ini mengisahkan tentang konflik keluarga dan pertemanan yang terjadi di sebuah area dekat Pasar Baru, dimana terdapat Masjid, Gereja dan Klenteng yang letaknya tidak berjauhan, dan para penganutnya memiliki hubungan satu sama lain.
Dikisahkan bahwa terdapat 3 keluarga dengan latar belakang yang berbeda. Keluarga Tan Kat Sun memiliki restauran masakan Cina yang tidak halal, Keluarga Soleh, dengan masalah Soleh sebagai kepala keluarga yang tidak bekerja namun memiliki istri yang cantik dan soleha, Keluarga Rika, seorang janda dengan seorang anak, yang berhubungan dengan Surya, pemuda yang belum pernah menikah. Hubungan antar keluarga ini dalam kaitannya dengan masalah perbedaan pandangan, status, agama dan suku.
Demikian disampaikan pemerhati jaringan bioskop 21, Yan Widjaja, Ahad. Menurut dia, pencapaian jumlah penonton film ? ini termasuk ajaib. Keajaiban itu merujuk pada performa jumlah penonton film '?' yang berhasil mengalahkan penonton '13 Cara Memanggil Setan'.
Yan memperkirakan jumlah 30 ribu penonton itu dari hasil penayangan di 22 layar di bioskop Jakarta. Sedangkan film 13 Cara Memanggil Setan hadir di 30 layar. Sementara itu di seluruh Indonesia, film ? ini menyediakan 44 kopi.
Film ke 14 Hanung Bramantyo ini mengisahkan tentang konflik keluarga dan pertemanan yang terjadi di sebuah area dekat Pasar Baru, dimana terdapat Masjid, Gereja dan Klenteng yang letaknya tidak berjauhan, dan para penganutnya memiliki hubungan satu sama lain.
Dikisahkan bahwa terdapat 3 keluarga dengan latar belakang yang berbeda. Keluarga Tan Kat Sun memiliki restauran masakan Cina yang tidak halal, Keluarga Soleh, dengan masalah Soleh sebagai kepala keluarga yang tidak bekerja namun memiliki istri yang cantik dan soleha, Keluarga Rika, seorang janda dengan seorang anak, yang berhubungan dengan Surya, pemuda yang belum pernah menikah. Hubungan antar keluarga ini dalam kaitannya dengan masalah perbedaan pandangan, status, agama dan suku.
TEMPO Interaktif, Jakarta - Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Arifinto akhirnya menyatakan mundur dari posisinya sebagai anggota DPR pasca insiden 'tertangkap basah' menonton video porno dalam Rapat Paripurna DPR, pekan lalu. Sikap itu disampaikan Arifinto dalam jumpa pers khusus di DPR, Senin 11 April 2011.
"Dengan seluruh kesadaran diri saya, tanpa paksaan dari siapapun, dan pihak mana pun, saya akan segera mengajukan kepada Partai saya untuk mundur dari jabatan sebagai anggota DPR" kata Arifinto di Ruang Wartawan, Gedung Nusantara I DPR.
Arifinto mengatakan, sebagai perintis dan juga pendiri Partai Keadilan, ia merasa terpanggil untuk tampil secara bertanggung jawab demi keberlangsungan, kesinambungan, dan nama baik serta kebesaran partainya.
"Semoga keputusan yang saya ambil ini membawa kebaikan dan pembelajaran yang bermanfaat bagi diri, partai, konstituen saya, seluruh anggota DPR RI. Semoga ini menjadi pewarisan positif dan konstruksi bagi bangsa dan negara di masa datang," ujar anggota Komisi V DPR ini.
Arifinto tertangkap kamera wartawan saat sedang menonton video porno di Ruang Rapat Paripurna DPR, Jumat pekan lalu. Kepada wartawan, anggota Fraksi PKS yang juga anggota dewan pendiri majalah Sabili itu berdalih sedang merasa jenuh dan berinisiatif membuka tautan situs yang dikirim seseorang melalui surat elektronik.
Ketua PKS Fachri Hamzah mengatakan, kasus yang menyita perhatian masyarakat selama empat hari terakhir ini juga cukup menguras energi partai. Secara internal, partai sedang mengkaji penyelesaian kasus ini. "Kalau bagi publik bukan masalah kecil, ya bagi kami (PKS) juga bukan perkara kecil," ujar dia.
Kasus yang menimpa Arifinto, lanjutnya, mau tidak mau sudah menjadi domain publik. Soalnya, ia tidak hanya sebagai anggota partai, tapi juga menjadi anggota dewan, sehingga harus dilakukan penyelesaian di ruang publik. "Publik memberikan perhatian yang luas terhadap kasus ini, itu artinya publik sayang sama PKS," ujar Fachri sembari tertawa.
"Dengan seluruh kesadaran diri saya, tanpa paksaan dari siapapun, dan pihak mana pun, saya akan segera mengajukan kepada Partai saya untuk mundur dari jabatan sebagai anggota DPR" kata Arifinto di Ruang Wartawan, Gedung Nusantara I DPR.
Arifinto mengatakan, sebagai perintis dan juga pendiri Partai Keadilan, ia merasa terpanggil untuk tampil secara bertanggung jawab demi keberlangsungan, kesinambungan, dan nama baik serta kebesaran partainya.
"Semoga keputusan yang saya ambil ini membawa kebaikan dan pembelajaran yang bermanfaat bagi diri, partai, konstituen saya, seluruh anggota DPR RI. Semoga ini menjadi pewarisan positif dan konstruksi bagi bangsa dan negara di masa datang," ujar anggota Komisi V DPR ini.
Arifinto tertangkap kamera wartawan saat sedang menonton video porno di Ruang Rapat Paripurna DPR, Jumat pekan lalu. Kepada wartawan, anggota Fraksi PKS yang juga anggota dewan pendiri majalah Sabili itu berdalih sedang merasa jenuh dan berinisiatif membuka tautan situs yang dikirim seseorang melalui surat elektronik.
Ketua PKS Fachri Hamzah mengatakan, kasus yang menyita perhatian masyarakat selama empat hari terakhir ini juga cukup menguras energi partai. Secara internal, partai sedang mengkaji penyelesaian kasus ini. "Kalau bagi publik bukan masalah kecil, ya bagi kami (PKS) juga bukan perkara kecil," ujar dia.
Kasus yang menimpa Arifinto, lanjutnya, mau tidak mau sudah menjadi domain publik. Soalnya, ia tidak hanya sebagai anggota partai, tapi juga menjadi anggota dewan, sehingga harus dilakukan penyelesaian di ruang publik. "Publik memberikan perhatian yang luas terhadap kasus ini, itu artinya publik sayang sama PKS," ujar Fachri sembari tertawa.
Jakarta: Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Demokrat DPR, Nurhayati Ali Assegaf, menyesalkan adanya pihak yang menuding teror bom merupakan pengalihan isu. "Pengalihan isu apa. Saya rasa tidak," ungkap Nurhayati kepada pers di Jakarta, Ahad (20/3).
Nurhayati minta masyarakat, aparat, dan semua elemen bangsa tenang menghadapi teror ini. Dia berharap intelijen mempertajam deteksi dini. Hal itu penting karena kalau ujung tombaknya kurang bagus, negeri ini bisa hancur, terutama reputasi di dunia internasional.
Densus 88 Polri juga perlu terus bekerja dengan baik. Sedangkan jajaran intelijen tidak hanya BIN, tapi kepolisian, TNI, dan semua harus bersama-sama bekerja. "RUU Intelijen juga akan mengatur soal siapa pihak yang bertanggungjwab bila ada kejadian seperti ini. Sekarang cenderung saling menyalahkan dan kerjanya tumpang tindih," katanya.
Nurhayati yang juga Wakil Ketua BKSAP DPR itu mengkhawatirkan adanya dampak dari aksi teror yang bukan hanya di dalam negeri saja, tapi juga di luar negeri. "Karena kita masuk komunitas global dan internasional," katanya. Dampaknya yang luas, juga bisa mempengaruhi investasi di Indonesia.
JAKARTA, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa memercayakan perlindungan warga negara Indonesia (WNI) dari ancaman radiasi di Jepang kepada Pemerintah Jepang.
Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo juga telah melakukan upaya perlindungan kepada para WNI di daerah rawan radiasi dengan cara evakuasi.
"Pemerintah Jepang sangat hati-hati dan teliti, jadi tidak akan mungkin ada WNI yang pergi dari satu titik ke titik lain tanpa diperiksa kondisi fisiknya," ungkap Marty, Selasa (15/3/2011) di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.
Ia mencontohkan, WNI yang dievakuasi kembali ke Tanah Air harus diperiksa terlebih dahulu oleh Pemerintah Jepang. Tujuannya untuk memastikan tidak ada warga yang terkena radiasi keluar dari batas "Negeri Sakura" tersebut.
"Jadi, semuanya terukur dan kami percayakan kepada Pemerintah Jepang sehingga tidak perlu panik," ucap Marty. Selain upaya yang dilakukan Jepang, Pemerintah Indonesia juga memastikan tidak ada satu pun warganya yang berada di dalam daerah jangkauan radiasi.
Saat ini Pemerintah Jepang telah menetapkan jarak sejauh 20 kilometer dari pusat ledakan sebagai daerah rawan. "Pemerintah Indonesia juga menggarisbawahi peringatan Jepang supaya warga kita dievakuasi dan tidak terkena dampak radiasi," katanya.
Sebelumnya, pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Daiichi di Fukushima meledak akibat kegagalan sistem pompa. Namun, reaktor tidak mengalami kerusakan.
Zat radioaktif terpaksa dilepaskan di beberapa instalasi nuklir di lokasi ini untuk mengurangi tekanan pada reaktor, yang menyebabkan udara tercemar radiasi.
Bencana dahsyat itu telah mengakibatkan 165 orang terkontaminasi radiasi nuklir dan kemungkinan jumlah itu bertambah.
Adapun WNI di Fukushima mencapai 85 orang, sekitar tiga orang bertempat tinggal dalam wilayah yang masuk dalam kategori rawan, yakni di bawah 20 kilometer dari pusat ledakan. Tiga orang tersebut sudah dievakuasi KBRI.
Sumber: KOMPAS.com
![]() |
| Ketua Umum PMI Jusuf Kalla |
Solo, Palang Merah Indonesia (PMI) siap memberikan bantuan kepada warga Jepang yang terkena musibah bencana alam gempa bumi dan stunami.
PMI menyiapkan barang-barang bantuan beserta relawanya yang akan dikirim ke negeri Sakura yang kini tengah terkena bencana alam tersebut, kata Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di sela-sela menghadiri Seminar Nasional Strategi Peningkatan Daya Saing Bngsa dalam rangka Dies Natalis Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) di Kampusnya Kentingan Solo, Selasa.
"Kami memang belum mengirim bantuan ini karena kami masih menunggu dibukanya pintu dari Jepang untuk menerima bantuan tersebut," katanya.
Untuk barang-barang bantuan yang disiapkan seperti makanan yang sifatnya tahan lama seperti mie instan, susu dan lain-lain.
"Saya yakin Pemerintah Jepang akan bisa mengatasi sendiri persoalan bencana alam ini, karena di negara tersebut mempunyai teknologi yang maju dan siap pakai," kata Jusuf Kalla yang juga mantan wakil Presiden Republik Indonesia.
Ketika menyinggung mengenai relawan dari PMI yang disiapan untuk dikirim ke Jepang, ia mengatakan untuk sementara ini ada 20 orang yang terdiri dari tenaga medis dan dokter.
"Ya begitu Jepang membuka pintu siap menerima bantuan, kami akan langsung mengirimkannya barang-barang yang telah disiapkan itu," katanya.
PMI menyiapkan barang-barang bantuan beserta relawanya yang akan dikirim ke negeri Sakura yang kini tengah terkena bencana alam tersebut, kata Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di sela-sela menghadiri Seminar Nasional Strategi Peningkatan Daya Saing Bngsa dalam rangka Dies Natalis Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) di Kampusnya Kentingan Solo, Selasa.
"Kami memang belum mengirim bantuan ini karena kami masih menunggu dibukanya pintu dari Jepang untuk menerima bantuan tersebut," katanya.
Untuk barang-barang bantuan yang disiapkan seperti makanan yang sifatnya tahan lama seperti mie instan, susu dan lain-lain.
"Saya yakin Pemerintah Jepang akan bisa mengatasi sendiri persoalan bencana alam ini, karena di negara tersebut mempunyai teknologi yang maju dan siap pakai," kata Jusuf Kalla yang juga mantan wakil Presiden Republik Indonesia.
Ketika menyinggung mengenai relawan dari PMI yang disiapan untuk dikirim ke Jepang, ia mengatakan untuk sementara ini ada 20 orang yang terdiri dari tenaga medis dan dokter.
"Ya begitu Jepang membuka pintu siap menerima bantuan, kami akan langsung mengirimkannya barang-barang yang telah disiapkan itu," katanya.
![]() |
| Tifatul Sembiring |
JAKARTA, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengimbau semua pihak agar tidak memperpanjang polemik seputar berita Presiden Susilo Bambang Yudhioyono (SBY) telah menyalahgunakan kekuasaan. Ia mengeluarkan imbauan tersebut terkait pemberitaan Sydney Morning Herald dan The Age edisi Jumat (11/3) yang mengutip sumber Wikileaks.
"Kebenaran berita tersebut tidak bisa dipegang, dari segi ilmiah tidak bisa dijadikan data. Apalagi sampai diangkat derajatnya menjadi informasi," kata Menteri Tifatul, di Jakarta, Selasa (15/3).
Menurut menteri, hal ini disebabkan sumber berita yang sudah diakui tidak valid dan telah dimuatnya hak jawab Presiden SBY di harian yang sama.
Fakta cacat sumber data, kata menteri, sudah diakui oleh Dubes AS untuk Indonesia Mr Scott, yang telah menjelaskan bahwa info tersebut belum divalidasi dan belum dikonfirmasi sama sekali, bahkan sangat mentah.
Ditanya seputar hal tersebut, Tifatul menjawab santai, "Ah, sudahlah. Cukup, jangan diperpanjang. Lagi pula, nama-nama yang disebut dalam artikel tersebut sudah membantahnya".
Tifatul juga mengimbau semua pihak yang merasa dicemarkan oleh berita yang tidak sesuai fakta sebenarnya, agar menggunakan hak jawabnya.
Bahkan kalau tidak terlalu penting diimbau untuk mengabaikan saja, katanya.
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mencontohkan, jawaban santai seorang pejabat Rusia, ketika seorang wartawan mempersoalkan informasi Wikileaks yang memuat bahwa kedubes AS di Moskow telah melakukan penyadapan terhadap sejumlah pejabat tinggi Rusia.
Sambil guyon sang pejabat menjawab, "Itu belum seberapa, kami menyadap lebih banyak lagi dari pejabat-pejabat Amerika."
"Masih banyak pekerjaan rumah kita yang lebih penting dan substantif, daripada membahas rumor-rumor yang tidak jelas kebenarannya," kata Tifatul (*)
"Kebenaran berita tersebut tidak bisa dipegang, dari segi ilmiah tidak bisa dijadikan data. Apalagi sampai diangkat derajatnya menjadi informasi," kata Menteri Tifatul, di Jakarta, Selasa (15/3).
Menurut menteri, hal ini disebabkan sumber berita yang sudah diakui tidak valid dan telah dimuatnya hak jawab Presiden SBY di harian yang sama.
Fakta cacat sumber data, kata menteri, sudah diakui oleh Dubes AS untuk Indonesia Mr Scott, yang telah menjelaskan bahwa info tersebut belum divalidasi dan belum dikonfirmasi sama sekali, bahkan sangat mentah.
Ditanya seputar hal tersebut, Tifatul menjawab santai, "Ah, sudahlah. Cukup, jangan diperpanjang. Lagi pula, nama-nama yang disebut dalam artikel tersebut sudah membantahnya".
Tifatul juga mengimbau semua pihak yang merasa dicemarkan oleh berita yang tidak sesuai fakta sebenarnya, agar menggunakan hak jawabnya.
Bahkan kalau tidak terlalu penting diimbau untuk mengabaikan saja, katanya.
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mencontohkan, jawaban santai seorang pejabat Rusia, ketika seorang wartawan mempersoalkan informasi Wikileaks yang memuat bahwa kedubes AS di Moskow telah melakukan penyadapan terhadap sejumlah pejabat tinggi Rusia.
Sambil guyon sang pejabat menjawab, "Itu belum seberapa, kami menyadap lebih banyak lagi dari pejabat-pejabat Amerika."
"Masih banyak pekerjaan rumah kita yang lebih penting dan substantif, daripada membahas rumor-rumor yang tidak jelas kebenarannya," kata Tifatul (*)
Jakarta, upaya-upaya Jepang untuk menghindari krisis dua pembangkit listrik tenaga nuklir setelah gempa bumi besar dan tsunami telah menaikkan kekhawatiran baru tentang keamanan energi nuklir di negara-negara lain rawan gempa bumi, khususnya Indonesia. Seperti Jepang, gempa bumi dan letusan gunung berapi yang umum di banyak bagian Indonesia. Pada tahun 2010 sebuah tsunami kecil menghantam Kepulauan Mentawai di sebelah barat Sumatera. Dan tsunami 2004 yang melanda wilayah dari Thailand ke Sri Lanka, menewaskan lebih dari 160.000 di provinsi barat laut Aceh Sumatera. Meskipun risiko dan kekhawatiran yang ditimbulkan oleh krisis nuklir di Jepang, Ferhat Aziz, juru bicara Nuklir Badan Tenaga Nasional Indonesia, mengatakan Indonesia masih berencana untuk membangun reaktor nuklir untuk menghasilkan listrik.
"Pertama-tama, itu, memang kita prihatin dengan peristiwa di Jepang. Its satu tragis," kata Aziz. "Sejauh sebuah Indonesia yang bersangkutan kita juga harus lebih peduli terhadap kebutuhan negara ini untuk energi dalam waktu dekat."
Aziz mengatakan untuk menjamin keselamatan publik Indonesia akan membangun pabrik di luar zona gempa dan sesuai dengan pedoman Energi Atom Internasional Badan. Tapi Richard Tanter keselamatan nuklir dan peneliti keamanan di Institut Nautilus di Melbourne mengatakan, situs yang diusulkan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir di Semenanjung Muria di pantai utara Jawa Tengah adalah lokasi risiko tinggi. "Pertama yang berada di pinggir gunung berapi. Kedua ada risiko seismik di daerah itu," kata Tanter. "Ketiga perencanaan untuk itu PLTN Muria telah didasarkan pada pedoman gempa Jepang tiga puluh tahun yang lalu."
Aziz perselisihan risiko tersebut tetapi mengatakan pemerintah kemungkinan akan menyerah pada tekanan publik dan mengubah situs yang diusulkan.
"Muria adalah di Pulau Jawa," jelasnya. "Hal ini sebenarnya salah satu tempat paling aman di Jawa Hal ini cukup jauh dari garis patahan.. Hal ini jauh dari gunung berapi Tapi untuk saat ini kami jenis tertunda sekarang karena oposisi dari orang di sana.. "
Aziz perselisihan risiko tersebut tetapi mengatakan pemerintah kemungkinan akan menyerah pada tekanan publik dan mengubah situs yang diusulkan.
"Muria adalah di Pulau Jawa," jelasnya. "Hal ini sebenarnya salah satu tempat paling aman di Jawa Hal ini cukup jauh dari garis patahan.. Hal ini jauh dari gunung berapi Tapi untuk saat ini kami jenis tertunda sekarang karena oposisi dari orang di sana.. "
![]() |
| Gunung Muria |
Pemerintah telah menetapkan tujuan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir pada tahun 2016. Mencari situs baru mungkin membuat pertemuan itu tidak mungkin tenggat waktu.
Pulau Borneo dan Kalimantan akan situs yang ideal dari perspektif keamanan, Aziz mengatakan, karena mereka berada di luar jalur patahan yang dikenal sebagai "Ring of Fire," di mana dua rak dari kerak bumi bertemu. Sepanjang ini titik panas dari keluar inti bumi menyebabkan gempa bumi dan letusan gunung berapi. Tapi membangun pembangkit nuklir di Borneo atau Kalimantan tidak akan menyelesaikan kebutuhan energi Jawa, pulau negara yang paling padat penduduknya. Aziz mengatakan mereka sekarang mempelajari kelayakan pembangunan pabrik nuklir di pulau Bangka di lepas pantai timur Sumatera dan menjalankan kabel bawah laut untuk membawa listrik ke Jawa.
Pulau Borneo dan Kalimantan akan situs yang ideal dari perspektif keamanan, Aziz mengatakan, karena mereka berada di luar jalur patahan yang dikenal sebagai "Ring of Fire," di mana dua rak dari kerak bumi bertemu. Sepanjang ini titik panas dari keluar inti bumi menyebabkan gempa bumi dan letusan gunung berapi. Tapi membangun pembangkit nuklir di Borneo atau Kalimantan tidak akan menyelesaikan kebutuhan energi Jawa, pulau negara yang paling padat penduduknya. Aziz mengatakan mereka sekarang mempelajari kelayakan pembangunan pabrik nuklir di pulau Bangka di lepas pantai timur Sumatera dan menjalankan kabel bawah laut untuk membawa listrik ke Jawa.
Mengingat risiko dan biaya, Tanter pertanyaan kebutuhan tenaga nuklir di Indonesia, sebuah negara sudah kaya dalam gas alam dan batu bara dan memiliki potensi untuk mengembangkan energi panas bumi, matahari dan angin yang signifikan. Tapi negara lain di wilayah ini juga mengejar tenaga nuklir. Dan Tanter mengatakan Indonesia seperti banyak negara melihat perkembangan tenaga nuklir sebagai tanda kemajuan teknologi dan kebanggaan nasional.
"Ketika negara seperti Malaysia dan Filipina mengumumkan niat mereka sekarang cukup perusahaan untuk terus maju dengan tenaga nuklir ada perasaan di beberapa kalangan dalam pemerintahan Indonesia dan di parlemen dari jenis jenis nasionalis, 'Lihat kita dimaksudkan untuk menjadi pemimpin ASEAN Kami adalah. yang terbesar. Kita harus menjadi bagian utama. Mengapa tidak kita mengejar teknologi ini juga? " tanya Tanter.
Sebagai akibat dari bencana di Jepang, beberapa pejabat di Indonesia, Malaysia dan Filipina mendesak pemerintah mereka untuk kembali mengevaluasi kebutuhan tenaga nuklir.
Tetapi Aziz mengatakan tenaga nuklir berkembang bukan tentang kebanggaan namun kapasitasnya. Indonesia merupakan negara keempat terpadat di dunia, dan Aziz mengatakan akan memerlukan semua jenis pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan energi. Indonesia sudah aman mengoperasikan tiga fasilitas penelitian nuklir dan ia mengatakan bahwa keselamatan publik akan terus menjadi prioritas ketika bangunan apapun pembangkit listrik tenaga nuklir.
"Ketika negara seperti Malaysia dan Filipina mengumumkan niat mereka sekarang cukup perusahaan untuk terus maju dengan tenaga nuklir ada perasaan di beberapa kalangan dalam pemerintahan Indonesia dan di parlemen dari jenis jenis nasionalis, 'Lihat kita dimaksudkan untuk menjadi pemimpin ASEAN Kami adalah. yang terbesar. Kita harus menjadi bagian utama. Mengapa tidak kita mengejar teknologi ini juga? " tanya Tanter.
Sebagai akibat dari bencana di Jepang, beberapa pejabat di Indonesia, Malaysia dan Filipina mendesak pemerintah mereka untuk kembali mengevaluasi kebutuhan tenaga nuklir.
Tetapi Aziz mengatakan tenaga nuklir berkembang bukan tentang kebanggaan namun kapasitasnya. Indonesia merupakan negara keempat terpadat di dunia, dan Aziz mengatakan akan memerlukan semua jenis pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan energi. Indonesia sudah aman mengoperasikan tiga fasilitas penelitian nuklir dan ia mengatakan bahwa keselamatan publik akan terus menjadi prioritas ketika bangunan apapun pembangkit listrik tenaga nuklir.
Sumber: http://www.voanews.com/english/news/Despite-Japan-Crisis-Indonesia-Pursues--Nuclear-Power-117924389.html







